Menuju Pemilu 2029 Bermartabat, Bawaslu Papua Barat Resmi Buka P2P 2026
|
Manokwari, Bawaslu Provinsi Papua Barat – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Papua Barat resmi membuka Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 secara daring pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan serentak di tujuh Bawaslu Kabupaten se-Papua Barat sebagai bagian dari upaya penguatan kader pengawas partisipatif menuju Pemilu 2029 yang bermartabat.
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan oleh Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Papua Barat, Daud K. Marani yang menyampaikan bahwa peserta P2P telah mengikuti pembelajaran mandiri melalui sistem pembelajaran berbasis web sejak 15 hingga 18 Mei 2026. Selain itu, diskusi luring juga dilaksanakan serentak di tujuh kabupaten di Papua Barat dengan penyesuaian waktu pelaksanaan di beberapa daerah.
Sambutan berikutnya disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Papua Barat, Menahen J. Sabarofek. Ia menegaskan bahwa kegiatan P2P menjadi ruang penting dalam membangun kesadaran demokrasi dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Menurut Menahen, tema P2P tahun ini yakni “Berfungsi dan Bergerak Menuju Pemilu 2029 yang Bermartabat” menjadi semangat baru bagi peserta untuk tidak hanya memahami nilai demokrasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya di lingkungan masing-masing.
“Peserta harus diberdayakan menjadi pion untuk meningkatkan aktualisasi nilai-nilai demokrasi serta mampu memberikan edukasi yang baik di tengah masyarakat,” kata Menahen.
Ia juga mengapresiasi kerja Bawaslu Kabupaten se-Papua Barat yang telah melakukan proses perekrutan peserta dengan baik sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai harapan.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Papua Barat, Elias Idie, dalam arahannya menekankan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial, melainkan harus menghasilkan dampak nyata dalam penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu partisipatif.
“Pembelajaran ini harus dilakukan secara maksimal dan bertanggung jawab. Harus ada output yang dihasilkan karena peserta hari ini adalah kader-kader yang akan berkontribusi positif bagi demokrasi dan pengawasan pemilu di masa mendatang,” tegas Elias.
Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran dialogis yang mendorong peserta untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan, baik secara konseptual maupun empiris, demi memperkuat kualitas pengawasan partisipatif di Papua Barat.
Di akhir sambutannya, Elias secara resmi membuka Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 Bawaslu Provinsi Papua Barat dan mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh demi terciptanya pemilu dan pemilihan yang berkualitas di masa depan.
Penulis : Arunawan
Editor : Humas Bawaslu PB