Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Literasi Digital, Bawaslu Papua Barat Angkat Peran Strategis Humas Lewat KELADI Seri 8

kegiatan

Forum KELADI (Kelas Literasi Demokrasi) Seri ke-8 dengan tema “Humas dan Tantangan Literasi: Membaca Ulang Peran Media Sosial Bawaslu Kabupaten Manokwari Selatan.” Jumat (10/4/2026).

Manokwari, Bawaslu Provinsi Papua Barat – Bawaslu Provinsi Papua Barat kembali menghadirkan Forum KELADI (Kelas Literasi Demokrasi) Seri ke-8 sebagai ruang diskusi dan pembelajaran bersama bagi jajaran pengawas pemilu. Kegiatan yang digelar secara daring pada Jumat (10/4/2026) ini mengangkat

Forum ini diikuti oleh jajaran Bawaslu provinsi dan kabupaten se-Papua Barat, serta disiarkan langsung melalui kanal YouTube, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas. Sejak awal kegiatan, suasana diskusi terasa hangat dan terbuka, dengan semangat bersama untuk saling belajar dan memperbaiki kualitas pengelolaan informasi di lingkungan Bawaslu.

Mengawali kegiatan, Anggota Bawaslu Papua Barat, Menahen Julen Sabarofek, mengajak peserta untuk merefleksikan pelaksanaan KELADI sebelumnya. Ia menekankan bahwa forum ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang penting untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat literasi demokrasi.

“Forum KELADI ini harus terus kita jaga sebagai ruang belajar bersama. Dari evaluasi yang ada, kita bisa memperbaiki pelaksanaan ke depan agar lebih baik dan lebih relevan dengan kondisi di Papua Barat,” ungkapnya. 

dokumentasi

Diskusi kemudian dipantik oleh Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Papua Barat, David Wabia, yang menyoroti perubahan besar dalam peran humas di era digital. Menurutnya, humas kini tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus memahami bagaimana publik menafsirkan setiap konten yang dipublikasikan.

“Humas hari ini tidak cukup hanya memposting. Kita harus bisa membaca bagaimana publik melihat dan merespons informasi yang kita sampaikan,” jelasnya. 

Sementara itu, narasumber Muhammad Saleh Safua memberikan perspektif yang lebih reflektif, khususnya terkait kondisi di internal lembaga. Ia menilai, tantangan terbesar justru dimulai dari dalam, terutama dalam membangun budaya literasi digital. “Kalau kita di internal saja belum aktif membaca dan membagikan informasi, tentu akan sulit mendorong literasi di masyarakat. Humas ini harus jadi tanggung jawab bersama, bukan hanya satu orang atau satu divisi,” tegasnya. 

dokumentasi

Ia juga menekankan bahwa di era media sosial saat ini, humas dituntut untuk lebih kreatif, adaptif, dan mampu menghadirkan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga mudah dipahami dan menarik bagi publik. Diskusi yang dipandu oleh Moderator Melki Nelson Ariks berlangsung interaktif. Peserta aktif memberikan pertanyaan, masukan, hingga kritik yang membangun. Salah satu isu yang mencuat adalah pentingnya membangun “solidaritas digital” di internal Bawaslu sebagai langkah awal sebelum memperluas pengaruh ke masyarakat.

Melalui Forum KELADI Seri 8 ini, Bawaslu Papua Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan beradaptasi, terutama dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital. Harapannya, peran humas ke depan tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan yang mampu membangun kepercayaan publik dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Penulis   : Arunawan
Editor     : Humas Bawaslu PB

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle