Lompat ke isi utama

Berita

Merawat Demokrasi dari Diskusi: Bawaslu Papua Barat Gelar Sosialisasi Keladi Tahap II

gambar

Ketua Bawaslu Papua Barat, Elias Idie saat memberikan arahan pada Sosialisasi Tahap Kedua Forum Kelas Literasi Demokrasi (Keladi), Jumat (30/1/2026).

Manokwari, Bawaslu Provinsi Papua Barat — Bawaslu Provinsi Papua Barat melanjutkan agenda Sosialisasi Tahap Kedua Forum Kelas Literasi Demokrasi (Keladi) pada Jumat (30/1/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIT ini diikuti oleh Ketua, Anggota, Sekretaris, serta staf Bawaslu Kabupaten se‑Papua Barat.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Papua Barat, Elias Idie, menegaskan bahwa forum Keladi merupakan ruang penting untuk menjaga produktivitas kelembagaan di masa non‑tahapan pemilu. “Forum Keladi bukan sekadar rutinitas, tetapi wadah untuk membangun budaya diskusi, berbagi pengetahuan, dan memperkuat kelembagaan kita. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai tanggung jawab bersama,” ujarnya. Elias juga menekankan bahwa kegiatan ini akan berjalan rutin mulai Februari, dengan evaluasi berkala, dan hasilnya dapat dirangkum dalam bentuk laporan atau rekam digital untuk melihat perkembangan kualitas kelembagaan.

Pada kesempatan yang sama, Nurlaila Muhammad, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa (HPS), memberikan penjelasan umum mengenai urgensi forum. Ia menekankan bahwa Keladi diharapkan menjadi sarana untuk menghidupkan budaya literasi demokrasi, memperluas wawasan pengawas pemilu, serta melahirkan inovasi dalam menghadapi dinamika kepemiluan.

Sementara itu, Yono, staf Bawaslu Provinsi Papua Barat, menyampaikan teknis pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa narasumber berasal dari jajaran Ketua dan Anggota Bawaslu baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, sedangkan moderator akan ditunjuk sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tema diskusi diberikan kebebasan kepada masing‑masing kabupaten, dengan batasan tetap pada isu pengawasan, pencegahan, penindakan, dan kepemiluan sesuai ketentuan undang‑undang.

Sosialisasi berlangsung interaktif, dengan laporan kehadiran dari kabupaten serta diskusi teknis mengenai mekanisme pemantik. Dalam diskusi, peserta juga mengusulkan agar hasil forum dapat dirangkum dalam bentuk laporan atau bahkan dijadikan buku sebagai dokumentasi kelembagaan di masa mendatang.

Melalui forum Keladi, Bawaslu Papua Barat berharap dapat memperkuat kapasitas jajaran pengawas pemilu, menjaga produktivitas kelembagaan, dan menumbuhkan budaya literasi demokrasi di Papua Barat. Filosofi tanaman keladi yang berakar kuat dan tumbuh dari bawah menjadi simbol bahwa literasi demokrasi harus tumbuh dari kesadaran bersama untuk merawat demokrasi di tanah Papua.

Penulis   : Suratman
Editor     : Humas Bawaslu PB

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle