Dari Data Menuju Demokrasi: Forum KELADI Tegaskan Pentingnya Reformasi dan Akurasi Daftar Pemilih
|
Manokwari, Bawaslu Provinsi Papua Barat – Bawaslu Provinsi Papua Barat kembali menyelenggarakan Forum KELADI (Kelas Literasi Demokrasi) sebagai wadah pembelajaran publik tentang isu-isu kepemiluan. Seri ketiga yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube pada Jumat (20/2/2026) ini mengangkat tema “Dari Data Menuju Demokrasi: Mengapa Akurasi Data Pemilih Penting?”.
Ketua Bawaslu Papua Barat, Elias Idie, membuka kegiatan dengan refleksi atas sesi sebelumnya. Ia menekankan pentingnya partisipasi menyeluruh, tidak hanya dari komisioner tetapi juga staf di tingkat provinsi dan kabupaten. Menurutnya, Forum KELADI harus menjadi ruang belajar bersama yang menghadirkan materi faktual, visual, dan relevan dengan dinamika pengawasan di lapangan.
Anggota Bawaslu Papua Barat, Menahen Julens Sabarofek, sebagai pemantik diskusi menyoroti persoalan daftar pemilih tetap (DPT) yang masih menyisakan anomali. Ia menegaskan bahwa ketidakakuratan data pemilih berpotensi menurunkan legitimasi pemilu dan memicu sengketa hingga ke Mahkamah Konstitusi.
Diskusi dipandu oleh moderator Muhamad Saleh Safua, Anggota Bawaslu Kabupaten Manokwari Selatan, yang membuka sesi dengan pantun bernuansa demokrasi. Narasumber utama, Inggrit A. Sabubun, Ketua Bawaslu Kabupaten Manokwari Selatan, memaparkan prinsip kualitas data pemilih yang harus akurat, mutakhir, dan komprehensif. Ia juga menyampaikan hasil pengawasan pemutakhiran data berkelanjutan di Manokwari Selatan, termasuk temuan data nonaktif yang masih tercatat aktif.
Forum ini tidak hanya diikuti oleh jajaran internal Bawaslu, tetapi juga dikonsumsi publik melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Papua Barat. Sejumlah peserta dari masyarakat umum turut berpartisipasi dengan menyampaikan pertanyaan dan komentar secara langsung. Hal ini menegaskan bahwa Forum KELADI adalah kelas literasi demokrasi yang terbuka, menghubungkan pengawas pemilu dengan masyarakat sipil dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya akurasi data pemilih.
Diskusi berlangsung interaktif dan menekankan bahwa reformasi DPT harus dimulai dari regulasi, pemanfaatan teknologi, serta partisipasi aktif masyarakat. Forum KELADI diharapkan menjadi sarana refleksi kritis sekaligus penguatan kapasitas kelembagaan dalam mengawal demokrasi di Papua Barat.
Melalui Forum KELADI, Bawaslu Papua Barat berkomitmen untuk terus mengedukasi publik tentang pentingnya akurasi data pemilih sebagai kunci keadilan dan integritas pemilu.
Penulis : Suratman
Editor : Humas Bawaslu PB