Bangun Kepercayaan Publik, Bawaslu Papua Barat Kupas Strategi Kehumasan di Forum KELADI 10
|
Manokwari, Bawaslu Provinsi Papua Barat — Bawaslu Provinsi Papua Barat kembali menggelar Forum KELADI (Kelas Literasi Demokrasi) Seri ke-10 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Strategi Kehumasan Bawaslu: Mengawal Demokrasi dan Membangun Kepercayaan Masyarakat” dan diikuti oleh jajaran Bawaslu provinsi serta kabupaten se-Papua Barat.
Forum ini menghadirkan Rudi Andiko selaku pemantik diskusi, dengan narasumber Anggota Bawaslu Kabupaten Teluk Wondama, Askanar S. Kapisa, serta dipandu oleh moderator David B. Sabarofek. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bawaslu Papua Barat, sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.
Dalam pengantarnya, Rudi Andiko menekankan bahwa peran kehumasan Bawaslu tidak hanya sebatas penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan kepercayaan antara lembaga dan masyarakat. Ia menyebut, keterbukaan informasi dan komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam menjaga integritas pengawasan pemilu.
Sementara itu, narasumber Askanar S. Kapisa menjelaskan bahwa strategi kehumasan memiliki peran penting dalam mendukung pengawasan partisipatif. Ia menegaskan bahwa humas harus mampu menghadirkan informasi yang transparan, akurat, serta mudah dipahami oleh masyarakat. “Humas bukan sekadar penyampai pesan, tetapi menjadi garda terdepan dalam membangun citra dan kepercayaan publik terhadap Bawaslu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan tiga pilar utama strategi kehumasan, yakni penguatan hubungan media (media relations), pengelolaan branding digital, serta kemitraan dengan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan media, organisasi kepemudaan, dan tokoh masyarakat menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan informasi pengawasan pemilu.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, baik melalui Zoom maupun kanal YouTube. Isu yang mengemuka di antaranya terkait strategi menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses internet, penguatan kapasitas SDM kehumasan, hingga upaya menangkal hoaks dan disinformasi di ruang digital.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menekankan pentingnya pengelolaan isu secara cepat dan responsif, termasuk melakukan klarifikasi resmi sebelum informasi berkembang liar di masyarakat. Selain itu, peningkatan literasi demokrasi dan penguatan komunikasi publik dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Melalui Forum KELADI ini, Bawaslu Papua Barat berharap dapat terus memperkuat kapasitas internal serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan strategi antar jajaran Bawaslu dalam meningkatkan kualitas kehumasan sebagai ujung tombak komunikasi lembaga.
Penulis : Arunawan
Editor : Humas Bawaslu PB