Nurlaila Muhammad Tekankan Pentingnya Pengawasan Verifikasi Faktual Parpol Jelang Pemilu 2029
|
Manokwari, Bawaslu Provinsi Papua Barat — Anggota Bawaslu Provinsi Papua Barat sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Nurlaila Muhammad, menjadi pemateri dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Papua Barat yang digelar di Manokwari, Senin (4/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Nurlaila membawakan materi bertajuk “Pengawasan Verifikasi Faktual Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2029” yang menitikberatkan pada pentingnya memastikan keabsahan data partai politik melalui proses verifikasi faktual.
Ia menjelaskan bahwa verifikasi faktual merupakan tahapan krusial yang dilakukan oleh KPU untuk mencocokkan dokumen administrasi dengan kondisi nyata di lapangan, guna menjamin integritas dan keadilan dalam proses kepemiluan.
“Pengawasan yang dilakukan Bawaslu bertujuan memastikan seluruh proses verifikasi berjalan akurat, jujur, dan sesuai prosedur, termasuk dalam aspek kepengurusan, keanggotaan, hingga domisili kantor partai politik,” ujar Nurlaila dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pengawasan verifikasi faktual mencakup berbagai aspek penting, seperti kebenaran data kepengurusan di semua tingkatan, keterwakilan perempuan minimal 30 persen, serta validitas keanggotaan yang harus sesuai dengan identitas kependudukan.
Nurlaila juga menyoroti urgensi verifikasi faktual sebagai upaya mencegah terjadinya data ganda, keanggotaan fiktif, maupun penggunaan dokumen yang tidak sah. Menurutnya, tahapan ini menjadi fondasi dalam memastikan hanya partai politik yang memenuhi syarat yang dapat menjadi peserta Pemilu.
Selain itu, ia turut mengungkap sejumlah tantangan dalam pengawasan, di antaranya akurasi data yang masih lemah, keterbatasan akses teknologi, hingga potensi konflik internal partai politik dan pencatutan data masyarakat.
Menutup materinya, Nurlaila menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar stakeholder serta peningkatan kapasitas pengawas pemilu, termasuk pemanfaatan teknologi dalam proses verifikasi faktual. “Kolaborasi dan inovasi menjadi kunci untuk memastikan pengawasan berjalan efektif dan kredibel,” tegasnya.
Penulis : Arunawan
Editor : Humas Bawaslu PB