Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat Ungkap Tren Media Dalam Pemilu Pada Kegiatan Workshop Peliputan Pemilu di Papua Barat
|
Manokwari, Bawaslu Provinsi Papua Barat – Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Elias Idie memaparkan trend Media dalam Pemilu Saat Ini. Konsep New Media atau Media Baru merupakan istilah yang digunakan untuk berbagai teknologi komunikasi dengan digitalisasi dan ketersediaannya yang luas untuk penggunaan pribadi Sebagai alat komuikasi. Hal ini menjadikan media sosial sebagai bentuk dari New Media memegang peranan penting dalam pemberitaan Pemilu.
Hal tersebut disampaikan pada kegiatan Workshop Peliputan Pemilu di Papua Barat di mana turut hadir Paskalis Semunya Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Asep Setiawan Anggota Dewan Pers, Dwi Eko Lokononto Pimpinan Redaksi beritajatim.com yang diselenggarakan oleh Dewan Pers di Swiss-belHotel Manokwari, Provinsi Papua Barat. Selasa, 01/08/2023.
Pada pertemuan tersebut, menurutnya hampir seluruh politisi, tokoh publik, peserta Pemilu, dan institusi/organisasi memiliki media sosial sebagai sarana komunikasi politik. Tak jarang pers juga membuat berita berdasarkan hasil pantauan aktivitas unggahan media sosial dari para tokoh politik. Aktivitas ini bisa berbentuk kegiatan, perilaku, atau pun pernyataan-pernyataan yang ketika dikutip dapat menimbulkan reaksi di kalangan netizen dan dapat meluas secara langsung dikalangan masyarakat.
Masyarakat akan diterpa oleh informasi yang banyak dalam waktu yang bersamaan dan tanpa henti melalui media sosial. Hal ini akan berdampak pada perilaku politik masyarakat yang dihasilkan dari konsumsi berita dalam jumlah banyak yang bisa saja memunculkan hoax, berita bohong, maupun ujaran kebencian. Perkembangan internet dan media sosial pun menjadikan politik identitas semakin massif.
Bagi Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat yang sering di panggil dengan sapaan akrab Ijie ini, politik identitas menyebabkan terjadinya polarisasi di media sosial yang menyebar secara langsung di masyarakat. Media sosial dengan mudah memicu konflik karena rendahnya tingkat literasi di Indonesia, terutama pada isu-isu politik. Media sosial juga memfasilitasi strategi kampanye digital pada Pemilu 2019 karena dapat diakses oleh pemilih yang lebih luas, serta memungkinkan terjadinya interaksi komunikasi dua arah antara kandidat dengan pemilih melalui media sosial.
“Besar harapan, rendahnya literasi digital masyarakat mampu ditutup dengan pencerahan berita mengenai Pemilu yang secara edukatif diproduksi oleh media agar dapat memberikan pencerahan kepada Masyarakat†tuturnya dalam kegiatan Workshop Peliputan Pemilu di Papua Barat. Selasa, 01/08/2023.
Penulis : Beny Ambarita Editor : Humas Bawaslu PB