Lompat ke isi utama

Berita

Kawal Hak Pilih, Bawaslu Papua Barat Gelar Sosialisasi Pengawasan Kepemiluan Bagi Penyandang Disabilitas

Kawal Hak Pilih, Bawaslu Papua Barat Gelar Sosialisasi Pengawasan Kepemiluan Bagi Penyandang Disabilitas
Manokwari, Bawaslu Provinsi Papua Barat-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Barat menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk "Mengawal Hak Pilih Disabilitas dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum" di Manokwari City Mall, Rabu (4/9). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengawasan pemilu dan hak pilih bagi penyandang disabilitas, serta memperkuat partisipasi aktif mereka dalam proses demokrasi. Sosialisasi ini dihadiri oleh Koordinator Divisi (Koordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Provinsi Papua Barat, Menahen J. Sabarofek serta Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Papua Barat, Benediktus Wahon. Keduanya menekankan pentingnya perlindungan hak pilih bagi semua warga negara, termasuk penyandang disabilitas, serta mendorong mereka untuk terlibat aktif dalam mengawasi pelaksanaan pemilu dan pemilihan. Dalam sambutannya, Koordiv P2H Provinsi Papua Barat mengatakan, "Kegiatan ini sangat penting karena pemilu yang inklusif adalah pemilu yang menghormati hak-hak semua warga negara, termasuk teman-teman disabilitas. Kami berharap ke depannya tidak ada lagi hambatan yang menghalangi mereka untuk menggunakan hak pilihnya." [caption id="attachment_3654" align="alignnone" width="1280"] Kordiv Pencegahan Parmas dan Humas Bapak Menahen J Sabarofek dalam sambutannya di kegiatan sosialisasi penguatan pemahaman kepada disabilitas[/caption] Sebagai narasumber, hadir pula Ketua dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Papua Barat dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat yang diwakili oleh Kasubag SDM dan Partisipasi Masyarakat. Narasumber dari HWDI Papua Barat menyampaikan pandangan mengenai tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam pemilu dan pentingnya pengawasan yang inklusif. “Masih ada tantangan besar dalam hal aksesibilitas dan perlindungan hak pilih bagi penyandang disabilitas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat untuk memastikan bahwa semua TPS ramah disabilitas,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan dari KPU Provinsi Papua Barat menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan KPU untuk menjamin aksesibilitas bagi pemilih disabilitas, termasuk penyediaan fasilitas khusus di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan pelatihan petugas TPS dalam melayani pemilih disabilitas. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di area publik seperti Manokwari City Mall ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat luas mengenai pentingnya hak pilih bagi penyandang disabilitas dan peran mereka dalam proses pengawasan pemilu. Dengan partisipasi aktif dari penyandang disabilitas, diharapkan penyelenggaraan pemilu yang akan datang bisa lebih inklusif, adil, dan aksesibel bagi semua. [caption id="attachment_3655" align="alignnone" width="1280"] Kepala Sekretariat Beni Wahon dalam sambutannya di kegiatan sosialisasi penguatan pemahaman kepada disabilitas[/caption] Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Papua Barat menambahkan bahwa Bawaslu berkomitmen untuk terus mengedukasi dan melibatkan semua lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, dalam upaya menjaga integritas dan kualitas penyelenggaraan pemilu di Papua Barat.   Penulis    : Benny Editor      : Humas Bawaslu PB
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle